Resepsi Adat Lubai

RESEPSI PERNIKAHAN ADAT LUBAI

Perlengkapan Acara :

M.C, Pelaminan Palembang besar beserta dekorasi bunga, Busana Pengantin Aesan Gede kedua mempelai, busana untuk kedua orang tua dan keluarga terdekat, busana among tamu, busana untuk pembawa tombak, payung, pagar bagus, pagar ayu, pengipas dan penerima tamu.

Puncak Acara dari seluruh rangkaian kegiatan pernikahan adalah resepsi pernikahan. Resepsi ini pada umumnya diselenggarakan di lahan kosong atau lapangan pedesaan di Lubai.

Iringan pengantin memasuki tempat acara di lakukan lima menit sebelum acara resepsi dimulai. Iringan pengantin terdiri dari Penari Pagar pengantin, Penari Rudat/ Terbangan, Pembawa bendera uang, pengipas, kedua mempelai diapit oleh dua pembawa tombak dan diikuti oleh dua pembawa payung dibelakang. Orang tua kedua mempelai berada di barisan kedua setelah pengantin diikuti oleh keluarga dan saudara dekat.

Acara di dalam ruangan resepsi dimulai sesaat setelah kedua orang tua pengantin dan kedua mempelai berada di depan pelaminan. Kedua mempelai akan dijemput oleh tiga pasang penari pagar pengantin untuk mempersembahkan tarian pengantin dihadapan keluarga dan tamu yang hadir. Sementara kedua orang tua tetap berdiri di depan pelaminan. Untuk mengiringi tarian pagar pengantin diputarkan / di iringi oleh Orkes Melayu dengan lagu Gending Sriwijaya.

Prosesi acara adat selesai hingga tarian pagar pengantin selesai di laksanakan yang ditutup dengan mengucapkan doa syukur bersama. Acara resepsi dilanjutkan dengan ramah tamah, pemberian ucapan selamat kepada kedua mempelai dari undangan yang hadir.

Berikut rangkuman prosesi acara resepsi pernikahan adat Lubai :

  1. Pembacaan ayat suci Alquran nulkarim;
  2. Kata Sambutan : Dari keluarga mempelai Putra, Keluarga mempelai Putri, Wakil Undangan, Kepala Desa Setempat dan Ketua Adat Lubai;

  3. Lelang Ongkol atau lelang kue,adalah acara adat dengan tujuanĀ mengumpulkan sumbangan dari para tamu undangan yang terhormat dengan cara panitia resepsi pernikahan mengadakan lelang kue yang ditawarkan kepada para tamu undangan. Tamu undangan yang menawar paling tinggi dialah yang mendapatkan kue tersebut. Si pembeli atau sipenawar kue tadi semakin tinggi tawarannya, maka dia akan dipersepsikan tinggi pula status sosialnya;

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: