Kreativitas.

 

Manfaat Menulis di Buku Diary

Tak cuma ajang untuk menumpahkan perasaan, menulis di buku diary juga bisa mendatangkan manfaat lain. Contohnya? Sepintas, menulis di buku harian (diary), merupakan hal sepele. Padahal, nggak begitu lho. Selain bisa menciptakan keasyikan tersendiri, kamu bisa menumpahkan segala perasaan kamu di buku itu. Selain itu, kamu juga bisa sekalian belajar menulis. Siapa tahu, kelak kamu bisa menjadi penulis besar.

Percayakah kamu, banyak orang besar di negeri kita semisal seniman, cendekiawan, atau politisi yang dari dulu rajin menulis di buku harian. Dan, mereka bilang, menulis di buku harian ternyata banyak manfaatnya. Apa aja sih manfaatnya?

Sekadar contoh, coba deh simak pengalaman Kak Melly Goeslaw dan Sherina Munaf. Kak Melly yang dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu ini sudah biasa menuliskan cerita kehidupannya sejak kecil. Kalau nggak salah, sejak umur enam tahun. Begitu pun dengan Sherina. Kamu pasti kenal, bahkan mungkin hafal, dengan lagu-lagu Sherina, bukan? Penyanyi yang tengah beranjak remaja ini juga sudah mengakrabi buku harian sejak kecil.

Menurut Kak Melly, juga Sherina, menulis di buku harian membuat mereka bisa mengenang peristiwa masa lalu. Tulisan-tulisan itu juga dapat digunakan sebagai inspirasi untuk menulis lagu, puisi, bahkan cerpen. ”Catatan kehidupan sehari-hari itu menjadi ide buat aku untuk menulis lagu,” kata Sherina yang kini tercatat sebagai pelajar kelas 3 SMP Don Bosco. O ya, kamu bisa menyimak lagu-lagu karya Sherina dalam album terbarunya. Pada album yang sudah bertema remaja ini, terdapat tiga buah lagu ciptaan Sherina. Wah, hebat ya.

Hal yang sama juga dirasakan Kak Melly, yang belum lama ini meluncurkan album baru berjudul Intuisi. ”Diberi nama Intuisi karena sejak awal berkarir sampai seperti sekarang, saya selalu menggunakan intuisi. Pemikiran-pemikiran tentang keseharian yang saya tuangkan dalam catatan harian,” kata Kak Melly, yang kini sudah menjadi ibu dari dua orang anak. Kak Melly bersyukur karena sejak kecil punya kebiasaan menulis di buku harian. Manfaat dari menulis di buku diary, sangat ia rasakan sekarang. Tulisan-tulisan masa lalu itu, kerap memunculkan ide baginya untuk membuat lagu. Di antara lagu-lagu itu adalah lagu berjudul Tentang Dia yang kini diangkat ke layar lebar dengan sutradara Kak Rudi Sudjarwo.

Tak cuma menjadi lagu, catatan harian Kak Melly yang ia tulis dalam bentuk puisi atau cerpen, sebagian telah dibukukan. Judul bukunya adalah Arrrrrgh. Bagaimana dengan kamu sendiri? Kalau kebetulan kamu punya kebiasaan menulis di buku harian, itu bagus sekali. Teruskan saja. Siapa tahu kamu bisa mengambil manfaatnya seperti Kak Melly dan Sherina.

Kembangkan kreavitas

 

Betapa bermanfaatnya menulis di buku harian juga dikemukakan oleh psikolog, Kak Seto Mulyadi. Menurut psikolog yang akrab dengan kalangan anak-anak ini, dengan menulis di buku diary, maka kamu otomatis berlatih pula menggunakan waktu sebaik mungkin. Kamu pun tanpa disadari telah berlatih menulis. ”Dengan menulis, otak kalian akan terlatih untuk terus berpikir dengan imajinasi-imajinasi yang kreatif. Kalau sudah begitu, kalian akan terus terpacu untuk mencari sesuatu yang baru, salah satunya kalian akan terdorong untuk rajin membaca,” jelas Kak Seto.

Terbiasa menulis di buku diary juga akan membuat kalian mengenal ruang dan waktu. Apa maksudnya? Jadi, dengan menuliskan catatan kehidupan kamu di buku harian, kamu dapat belajar dari kesalahan masa lalu, kemudian membuat perencanaan yang benar untuk masa yang akan datang. Menulis di buku harian juga memberi kamu kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kreativitas dengan mengungkapkan ide-ide, perasaan-perasaan — baik senang, sedih, kecewa, atau bangga — dalam beragam bentuk.

Artinya, curahan ide dan perasaan kamu itu, bisa jadi tak cuma berberbentuk tulisan biasa, tapi bisa berkembang menjadi tulisan-tulisan yang bernilai sastra seperti puisi atau cerpen. ”Yang jelas, catatan harian apapun yang kalian tulis di buku diary itu bermanfaat sekali. Kalian bisa melihat masa lalu, sekarang, dan masa depan.” Nah, ternyata aktivitas menulis di buku harian yang kelihatannya sepele itu, punya segudang manfaat. Jadi, teruslah menulis!

Pengenalan Kreativitas

Anda ingin kreatif? Kenali dulu masalah.
Kadar kreativitas dalam tiap orang berbeda, karena kreatif adalah berkah dari Allah. Dengan melatihnya kita bisa mencapai kondisi maksimal dari kadar kreatif yang di anugerahkan Allah kepada kita. Jika kita tidak mengasahnya, maka potensi kreatif kita tidak akan tampak.

Untuk mempelajarinya, kita harus harus memahami proses kreatif itu sendiri. Menurut Betty Edwadts dalam bukunya “Drawing on the Right Slide of The Brain” proses kreatif untuk desainer disimpulkan beberapa tahap :

Pertama tahap Saturasi adalah tahap kita mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, meneliti informasi, dan memahami masalah.

Kedua tahap Inkubasi adalah tahap pertimbangan masalah, tahap kita sudah mulai memikirkan pendekatan-pendekatan terhadap pemecahan masalah, dan memikirkan semua kemungkinan tentang pemecahan masalah.

Ketiga tahap Iluminasi adalah tahap datang ide setelah kita memahami masalah dan memikirkan pendekatannya. Pada saat ini kita tiba-tiba mendapatkan ide. Cepat tidaknya kita sampai pada tahap ini tergantung pada kadar kreatif kita masing-masing dan pelaksanaan dua tahap sebelumnya.

Ke-empat tahap Verifikasi adalah tahap kita sudah mendapat ide dan mulai mengetesnya, apakah ide cocok atau tidak. Apakah ide yang muncul masih punya kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki.

Tiap orang membtuhkan waktu berbeda dalam menjalani tiap proses tahap-tahap diatas. Ada orang yang butuh waktu lama untuk memahami masalah yang ada, kesulitan mencari informasi yang dibutuhkan. Tapi ada pula yang bisa dengan cepat melihat masalah yang ada kemudian memecahkannya.

Triks agar menjadi kreatif!

Pertama memamahi proses kreatif. Kedua mempunyai informasi yang lengkap. Ketiga punya wakyu yang cukup. Ke-empat punya teman kerja. Kelima pemahaman gaya dan konsep.

 

1 Komentar

  1. Oktober 3, 2007 pada 12:56 am

    […] Kreativitas. […]


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: